Archive for October, 2010

Open Business Model and Open Innovation

Samlekum para agan-agan bro n sis! Ketemu lagi sama saya di episode selanjutnya yaitu mengenai Open Business Model and Open Innovation.

Berhubung ane bergelut di dunia bisnis, ane pingin bagi-bagi cerita tentang topik di atas yaaa.. yauda langsung aja kalo gitu..

Pertama ane mau ngebahas tentang pengertian Open Innovation dulu yaa.. Biar lebih gampang kita singkat aja OI. Pada dasarnya OI berasal dari sebuah proses inovasi dari sebuah perusahaan yang tadinya menggunakan Closed Innovation sehingga muncul pembaharuan yang disebut sebagai OI. Setelah ane baca baca artikel dari internet berikut ini adalah pengertian dari OI itu sendiri

Open Innovation can thus be described as: combining internal and external ideas as well as internal and external paths to market to advance the development of new technologies. 

What does this mean?

In the first place, the shift described above means that companies have to become aware of the increasingly importance of open innovation. Not all good ideas are developed within the own company, and not all ideas should necessarily be further developed within the own firm’s boundaries. The table below further illustrates this:

Closed innovation principles Open innovation principles
The smart people in the field work for us. Not all the smart people in the field work for us. We need to work with smart people inside and outside the company.
To profit from R&D, we must discover it, develop it, and ship it ourselves. External R&D can create significant value: internal R&D is needed to claim some portion of that value.
If we discover it ourselves, we will get it to the market first. We don’t have to originate the research to profit from it.
The company that gets an innovation to the market first will win. Building a better business model is better than getting to the market first.
If we create the most and the best ideas in the industry, we will win. If we make the best use of internal and external ideas, we will win.
We should control our IP, so that our competitors don’t profit from our ideas. We should profit from others’ use of our IP, and we should buy others’ IP whenever it advances our business model.

This means that within the company a shift should take place in the way people look at the company and its environment. Involving other parties when developing new products and technologies can be of great added value. Think for instance about cooperation with other firms in your sector, suppliers, universities, and of course end-users.

The business model plays a crucial role in this is. After all, how and when external knowledge is required and used is to a large extent determined by the companies’ business model which describes how value can be created from innovations and which elements have to be sourced internally or externally

Nah penjelasan diatas ane dapet dari buku  Chesbrough, H. (2003), “Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology”, Harvard Business School Press.

Mengenai Open Business Model, kebetulan ane ngejalanin bisnis minuman kesehatan di Lombok, ane sekalian sharing ke agan agan mengenai bisnis ane dan OBM tersebut yaa.

Menurut wikipedia suatu model bisinis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai, baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis, karena itu, dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup maksud dan tujuan, apa-yang-ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijaan dan proses-proses operasional

Dari sumber yang sama, ane dapet pengertian ini :

“A business model is about the value that a firm offer to its customers, the segment of customers it targets to offer the value to, the scope of products/ services it offers to which segment of customers, the profit site it chooses, its sources of revenue, the prices it puts in the value offered its customers, the activities it must perform in offering that value, the capabilities these activities rest on, what a firm must do to sustain any advantages it has, and how well it can implement these elements of the business model”

The Business Model

To extract value from an innovation, a start-up (or any firm for that matter) needs an appropriate business model. Business models convert new technology to economic value.

For some start-ups, familiar business models cannot be applied, so a new model must be devised. Not only is the business model important, in some cases the innovation rests not in the product or service but in the business model itself.

Given the complexities of products, markets, and the environment in which the firm operates, very few individuals, if any, fully understand the organization’s tasks in their entirety. The technical experts know their domain and the business experts know theirs. The business model serves to connect these two domains.

Nah tadi sekilas mengenai pengertian bisnis model, pendapat ane secara umum dalam pemilihan OBM harus tepat, jika ingin membuat suatu bisnis bisa berawal dari sebuah inovasi yang dapat mempunyai nilai di mata masyarakat dan di integrasikan dengan nilai nilai yang sudah ada di dalam masyarakat dan dapat menjadi bisnis yang long lasting. Ane memulai bisnis minuman kesehatan di Nusa Tenggara Barat, ane menjadi distributor provinsi yang mengatur segala pendistribusian produk disana, ane memilih Mataram karena ane melihat Mataram adalah tempat yang sangat potensial untuk memulai suatu bisnis, dengan demografik yang ada sangat menunjang jika agan agan ingin memulai bisnis di sana karena kesempatannya sangat besar, wah kalo cerita terus bisa seharian nih gan hahahaha , kapan kapan kita lanjutin lagi yaa..

Oke sekian dulu dari ane, mohon maaf jika ada salah kata, kalo ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, yauda ane mandi dulu yaa

Ciao!!

INTO INNOVATION “The most important innovation in my life is….. “TELECOMMUNIVATION”

Bibir dikulum sambil kepedesan, samlekum para juragan! Balik lagi nih sama ane yang sekarang bakal ngebahas tentang the most important innovation in my life.

Telekomunikasi sudah menjadi bagian dari hidup setiap umat manusia dan sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Perkembangan teknologi komunikasi berkembang sangat cepat dan penuh dengan inovasi. Hampir rata-rata setiap orang sudah mempunyai hape, bahkan tukang nasi goring keliling aja udah punya hape hahaha, jadi saat ini hape sudah bukan barang mahal yang hanya bisa dibeli sama orang yang punya duit, semua kalangan pun bisa punya hape.

Masih inget ga agan-agan pas bokap nyokap kita pake peger sekitar 12 tahun yang lalu? Ane masih ingat loh gan pas bokap ane bicara sama salah satu operator peger untuk nyampein pesan buat teman kerjanya yang bunyinya “Hai Mira, besok kita ketemu jam 2 di Mal Metropolitan ya, dari Edhit” itulah alat komunikasi bergerak pertama yang sempat populer di kota – kota besar di Indonesia. Teknologi peger dikategorikan dalam kategori simplex transmission dimana komunikasi hanya bisa dilakukan satu arah dari operator ke user dan tidak bisa sebaliknya.

Nah sebelum ngebahas lebih jauh lagi mengenai inovasi di bidang telekomunikasi, ane mau sharing dikit nih mengenai pengertian dari telekomunikasi itu sendiri, langsung aja yaa…

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan ‘telekomunikasi’ bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:

▪       Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pager ,Televisi dan Radio.

▪       Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Telepon dan VOIP.

▪       Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, fax, dan Chat Room

Komponen dasar

Untuk bisa melakukan telekomunikasi, ada beberapa komponen untuk mendukungnya yaitu :

▪       Informasi : merupakan data yang dikirim/diterima seperti suara, gambar, file, tulisan

▪       Pengirim : merubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim

▪       Media Transmisi : alat yang berfungsi mengirimkan dari pengirim kepada penerima. Karena dalam jarak jauh, maka sinyal pengirim diubah lagi / dimodulasi agar dapat terkirim jarak jauh.

Penerima : menerima sinyal listrik dan merubah kedalam informasi yang bisa dipahami oleh manusia sesuai yang dikirimkan.

Nah itu dia sedikit penjelasan tentang teknologi, agan-agan sekalian pasti menyadari pesatnya inovasi di bidang telekomunikasi yang jaman dulu orang-orang ngirim pesen pake pager trus hapenya pada segede batu bata ampe bisa dipake buat nimpuk maling atau ganjel pintu dibandingin ama  hape jaman sekarang yang udah serba canggih dengan koneksi 3G bahkan 4G dengan bentuk yang futuristic sesuai dengan kebutuhan manusia saat ini, rata-rata orang udah pake bb jadi tinggal kirim pesen kmana aja bisa. Udah gitu jaman dulu kartu perdana harganya bisa sampe 100ribu, muahaaaall beneeerrr, skarang mah goceng juga dapet tuh kartu perdana hahaha..

Nah ane mikir seiring berkembangnya teknologi informasi di dunia ini dengan berbagai inovasi dan penemuan-penemuan terbaru pasti suatu saat nanti telekomunikasi akan jauh lebih baik dari yang ada saat ini, Apple, Inc menurut ane udah menguasai inovasi di bidang teknologi informasi ditambah dengan Windows yang selalu menjadi rival dari Apple, dan mungkin saja suatu saat nanti bakal ada perusahaan yang bisa menyaingi kedua raja IT tersebut (smoga aja perusahaan ane gan AMIIIN).

Ane yakin nanti suatu saat ga ada lagi tuh yang namanya pulsa, semua konektivitas telekomunikasi serba gratis, internet dimana-mana dan dapat diakses dengan kecepatan koneksi yang jauh jauh berkali kali lipat lebih cepat daripada yang skarang ada, bahkan koneksi hape sudah mencapai 20G bukan 3G lagi. Ditambah dengan perangkat telekomunikasi yang sangat canggih, serba otomatis, serba ada, dan murah. Istilahnya satu hape untuk semua hahaha… Pasti agan-agan semua mau kan telfonan atau sms an gausa takut pulsa abis dan ga perlu buang buang duit beli pulsa lagi, gausa repot-repot ke warnet kalo mau pesbukan atau ngaskus, soalnya semua koneksi teleponnya smua udah pakai koneksi berbasis internet dan satelit jadi agan-agan bener bener bakal untung banget dan ane yakin suatu saat entah berapa tahun lagi dunia pertelekomunikasian bakal jadi kaya yang ane pikirin, serba gratis, otomatis, futuristis, ngartis, autis, tis tis tisss…. Hehehehe

Yauda de sekian dulu postingan dari ane, bibir dikulum dimuntahin lagi, samlekum selamat pagi!

Sampi berjumpa di episode selanjutnya!

Apple, Inc. The most Creative in one company.

Menurut ane perusahaan paling kreatif adalah Apple dengan Steve Job sebagai orang nomer satu di dalamnya.

Sebuah perusahaan Silicon Valley berbasis di Cupertino, California, bergerak dalam bidang teknologi komputer, yang didirikan oleh Steve Jobs dan dibantu oleh Steve Wozniak. Perusahaan ini sudah menciptakan berbagai produk kreatif dari mulai komputer, telepon genggam, hingga pemutar lagu.  Produk – produk tersebut antara lain adalah iMac, Macbook, iPod, iPhone. Apple, Inc. juga menciptakan produk perangkat lunak yang mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online. Ane salut banget sama yang namanya Steve Jobs, lulus kuliah kaga tapi bisa sesukses ini karena otaknya yang brilian kreatif dan innovatif.

United States of America (U.S.A)

 

Merdeka!! kali ini ane ngebahas mengenai negara yang paling kreatif menurut ane, yaitu negri Uncle Sam alias Amerika. Amerika adalah negara penganut sistem kapitalisme (bebas pasar). Hal inilah yang membuat Amerika menjadi negara terkreatif dipenjuru dunia. Kapitalisme mempunyai 4 hak dasar, (1) Hak untuk memiliki harta pribadi, yang berarti setiap individu dapat membeli, menjual, dan menggunakan tanah, gedung, mesin, penemuan, dan bentuk lain dari kekayaan. (2) Hak untuk memiliki sebuah bisnis dan menyimpan semua keuntungannya. Peran keuntungan merupakan insentif yang sangat penting bagi pemilik usaha. (3) Hak untuk bebas berkompetisi. Dalam pedoman tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, individu-individu bebas untuk bersaing dengan orang lain atau bisnis dalam menjual dan mempromosikan barang dan jasa. (4) Hak untuk bebas memilih. Setiap orang bebas untuk memilih dimana mereka ingin berkerja dan karir apa yang mereka inginkan. Dengan sistem pemerintahan yang dianut ini, penduduk Amerika pun dapat berkreasi dalam menentukan apa yang baik, berapa banyak, serta dimana barang tersebut harus diproduksi. Tiap perusahaan di Amerika bersaing secara terbuka. Karena itu secara tidak langsung penduduk Amerika dipaksakan untuk berpikir kreatif dengan memproduksi barang berkualitas tinggi pada harga yang terjangkau serta servis yang baik. Terbukti bahwa sudah banyak perusahaan – perusahaan inofatif dan sukses bertaraf internasional dalam berbagai bidang yang dimiliki/ dibuat oleh Amerika sampai saat ini, contoh: McDonalds, Google, Dreamworks Animation, Microsoft , dsb. FREEDOM OF SPEECH!!!!